Welcome to my journal :) My fantasy land that full filled with my randomness.

Thursday, March 17, 2011

Chroma--- Yue (Yoo Riem) Part 3

ASK ME IF YOU WANT TO REPOST THIS.
Author : Kartika Paramaswari (Yuechara)
story : Chroma--- Yue (Yoo Riem) Part 3


*Yoo Riem POV*

Aku saat ini sedang berada didalam sebuah gedung besar yang dua minggu lalu kudatangi untuk mengikuti audisi. Tak kusangka aku bisa berada disini lagi, ya, aku lolos audisi! Dan… ehm, GiHae juga lolos sama denganku. Kukira hanya salah satu dari kami saja yang lolos.

Semalam, ketika hasil audisi itu keluar dan namaku ada disana. Aku sangat histeris dan bahagia, ah.. aku malu mengucapkannya ==” saat itu tingkahku benar-benar heboh. Ah ya, aku jadi ingat ketika aku menelepon Cheondung Oppa……………..

 *flashback*

Aku menempelkan ponselku ditelinga kananku, aku bisa melihat wajahku yang terus saja tersenyum dari cermin. Ah aku benar-benar bahagia malam ini >_<. Beberapa detik aku menunggu hingga akhirnya Cheondung Oppa mengangkat teleponku.

“Yeobosseo.” Suara yang sangat kukenal menjawabnya dari seberang sana.

“Yeobosseo, oppa…” Jawabku dengan suara sedikit gemetar karena saking senangnya.

“Yoo Riem-ah, kau kah itu?” Ia bertanya padaku.

Entah mengapa mendengar suaranya saat itu air mataku langsung mengalir, aku menangis. Menangis bahagia tentunya.

“Ne..” Hanya kata itu yang terucap dari bibirku, padahal ada begitu banyak rentetan kata yang ingin ku ucapkan padanya.

Ia diam sejenak, dan kurasa ia bisa mendengarku yang sedang menangis. “YooRiem-ah? Kau kenapa? Kau menangis?” Ia bertanya dengan panik.

“Oppaaaaaa…….” Bukannya menjawab pertanyaannya aku malah menangis semakin menjadi-jadi ==”

“Ya YooRiem-ah kau kenapa? Kau baik-baik saja? Apa ini tentang audisi itu? Kau dirumah kan? Aku kesana sekarang. Aku belum jauh dari rumahmu.” Ia berkata dengan sangat panik begitu mendengarku seperti itu. “Kau jangan kemana-mana, aku kesana sekarang. Tunggu aku.” Katanya.

Aku tak bisa menjawabnya, dan mendengarku tak menjawab apa-apa Cheondung Oppa langsung saja mematikan teleponnya…. aku aneh sekali jika berhadapan dengannya ==”. Ada apa denganku sebenarnya?! Aku jatuh cinta padanya?? Astaga… YooRiem-ah jernihkan pikiranmu!!

Aku baru saja mengenalnya selama beberapa minggu, sungguh mustahil aku menyukainya dalam jangka waktu sesingkat itu. Benar-benar bukan seperti diriku yang biasanya, Cheondung Oppa membuatku menjadi aneh seperti ini. Tetapi dia… laki-laki ini berbeda, dia bisa membuatku nyaman berada disisinya. Dia sangat perhatian seperti kakak untukku, tapi aku bisa merasakan bahwa apa yang dia lakukan dan berikan untukku sangat berbeda dengan MinHyuk Oppa. Kukira… ia bukan menganggapku hanya sebagai adiknya. Tapi… apakah dia menganggapku sebagai wanita yang special baginya?

Aku masih saja memikirkan hal itu, pikiranku berkecamuk dengan hatiku yang juga menjadi kalut sendiri. Beberapa menit kemudian kudengar bunyi bel yang beberapa kali berbunyi, lalu kudengar pintu terbuka – pasti GiHae yang membukakan pintunya—dan kemudian langkah kaki yang tergesa-gesa menaiki tangga. Hingga akhirnya pintu kamarku terbuka dan bisa kulihat sesosok laki-laki yang sangat kukenal berdiri didepan kamarku. Aku berdiri dan ia berjalan menghampiriku lalu memegang kedua bahuku dengan telapak tangannya yang besar dan hangat.
  Image and video hosting by TinyPic
“YooRiem-ah, kau tak apa? Tadi kau menangis?” Ia berkata begitu sambil mengusap kedua pipiku.

“Aku tak apa.. aku juga bingung mengapa aku tiba-tiba menangis di telepon tadi.” Ujarku dan menurunkan kedua tangan Cheondung Oppa yang berada dipipiku.

“Benar kau tak apa apa? Apakah ini berhubungan dengan hasil audisi itu?” Ia bertanya padaku sementara aku duduk di kursi belajarku.

“Iya aku tidak apa-apa.. kurasa aku menangis karena bahagia tadi.” Aku menggerakkan mouse komputerku sehingga monitor menyala dan menunjukkan web page SSFent yang belum kututup tadi.

Cheondung Oppa memperhatikanku, lalu aku menunjukkan padanya pengumuman itu. Ia memperhatikannya dan kurasa ia telah menemukan namaku, begitu melihatnya ia langsung menatapku dengan matanya yang jernih dan aku membalas tatapan matanya sambil tersenyum bangga seakan ingin menunjukkan bahwa aku memiliki bakat yang hebat.

“YooRiem-ah kau lolos?” Ia bertanya dengan wajah kaget namun penuh senyuman.

Aku mengangguk dan tersenyum lebar. “Ya, Oppa lihat aku lolos!” Kataku dan tiba-tiba ia memelukku.

“Selamat, sudah kuduga kau ini hebat.” Ujarnya.

Aku terdiam sejenak, kaget dengan pelukan yang ia berikan. “Terima kasih. Ini juga atas bantuanmu..” Aku berkata sambil membalas pelukannya.

“Ah.. hem..” seseorang berdehem dari arah pintu kamarku yang terbuka. Aku segera menoleh dan melepaskan diri dari pelukan Cheondung Oppa. Kulihat GiHae ada disana, ia terlihat canggung—sama dengaku ==”.

“GiHae-ya….”

“Ah, maaf aku mengganggu kalian. Aku hanya penasaran mengapa laki-laki ini begitu tergesa-gesa menemuimu. Kukira ada sesuatu…” Ujarnya.

“GiHae-ya.. tidak ada apa-apa kok.. aku baik-baik saja.” Kataku.

Ia bersiap menutup pintu kamarku. “Hem.. yasudah. Maaf aku mengganggu, tapi YooRiem-ah.. kalau sampai MinHyuk Oppa tahu, aku gak mau ikut campur yaaa..”

“Ya! Lee GiHae… kami tidak melakukan apa-apa kok.. =__= ” Aku berkata begitu namun GiHae sudah terlanjur menutup pintu. Entahlah ia mendengar ucapanku atau tidak.

Aku menoleh kearah Cheondung Oppa, kulihat pipinya bersemu merah dan tingkahnya canggung. Haha sama persis denganku ==”

*end of flashback*

“YooRiem-ah.. ini bukan ruangannya?” GiHae bertanya padaku sambil menunjuk ke sebuah pintu yang bertuliskan ‘Staff Room’.

“Ya! Kau tidak bisa melihat tulisannya? Itu kan ruangan staff, kita harus keruang presdir.” Ujarku, hem… kurasa ia mulai lelah setelah mencari-cari dimana ruangan presdir di gedung sebesar ini. Ini sudah ke lima belas kalinya ia menunjuk pintu ==”

“Ah aku capek, masa sih kantor ini tidak ada penghuninya. Kemana semua pegawainya sih?” Katanya lalu duduk dilantai berkarpet merah dan bersandar di dinding. Kantor ini memang terlihat sangat sepi, kulihat hanya ada seorang satpam dan resepsionis yang ada dilantai bawah. Mereka mengatakan bahwa ruang presdir ada di lantai enam, namun sudah hampir sepuluh menit aku dan GiHae belum juga menemukan dimana ruang presdir itu.

Kulihat ada seorang pegawai wanita yang berjalan di koridor ini, ia melihat kami berdua dan menghampiriku dan GiHae yang terlihat lelah.

“Kalian siapa? Dan sedang apa?” Tanyanya dengan bingung melihat kami.

“Ah, bisakah anda mengantarkan kami menuju ruang presdir?” Kataku.

Wanita itu memandangi kami dari atas sampai ujung kaki, mungkin ia takut kami adalah penjahat u.u “Apakah kalian berdua peserta audisi yang lolos itu?” Ia bertanya sambil menunjuk kearahku dan GiHae.

“Ne.. kami dari tadi sedang mencari ruang presdir tetapi belum ketemu juga. Kukira kami sudah terlambat cukup lama.” Kataku dan melihat jam tanganku, sudah terlambat 15 menit.

“Baiklah, mari saya antarkan.” Ujarnya.

GiHae bangkit dari duduknya dan kami berdua mengikuti wanita itu. Ternyata ruang presdir ada didekat tempat kami tadi, kenapa tadi tidak ketemu ya? ==a

Setelah mengucapkan terima kasih pada wanita itu aku dan GiHae masuk kedalam ruangan, ternyata sudah ada tiga orang gadis lainnya yang duduk dihadapan pak presdir itu.

“Maaf kami terlambat.” Ujarku sambil membungkukkan badan dihadapan mereka. Sementara GiHae hanya memandang sekelilingnya dengan tampang bingung dan aneh (??)

“Ah tidak apa-apa, silahkan duduk.” Kata pak presdir itu kepada kami berdua, lalu kami pun duduk di dua buah bangku yang memang kosong.

“Kalian sudah kumpul. Kenalkan, namaku Park Ji Sung, aku adalah Pemimpin dari management SSF ini.” katanya angkat bicara.
Image and video hosting by TinyPic
“Park Jisung? Apakah anda dulunya pemain sepak bola?” Tanya GiHae dengan antusias, ha… anak ini mengagetkanku saja.

“Hahahaha.. nama kami memang mirip. Tapi jujur saja, aku bahkan tidak bisa menendang bola.” Tawa pak presdir.

“Oh. Aku sempat berpikir, apakah Ji Sung sang bintang lapangan hijau itu pensiun dari sepak bola dan sekarang berminat pada dunia Kpop.” Ujar GiHae lalu tertawa bersama pak presdir JiSung ini. Kurasa anak ini tidak canggung sama sekali dengan orang yang akan menjadi Bos-nya ==”

“Aneh juga, biasanya kalau sebuah management mengikuti nama pendirinya. Ini kan SSF, kupikir, nama presdirnya adalah kepanjangan dari itu. Ternyata sama sekali tidak.” Ujar seorang gadis yang duduk di bangku tengah.


“Yah, aku memang berbeda dari yang lainnya.” Presdir kembali tertawa, kurasa pimpinan kami adalah orang yang aneh ==a


“Lalu apa kepanjangan SSF?” Tanya seorang gadis yang berambut lurus panjang.


“Entahlah… hahaha aku sendiri tidak memikirkannya.” Jawab presdir sambil tersenyum lebar. Aku dan yang lainnya membalasnya dengan senyum. Hyaaa... orang ini benar-benar aneh. ==”


“Baiklah. Selamat pada kalian berlima. Kalian berlimalah yang terpilih diantara beribu-ribu orang yang mengikuti audisi dua minggu yang lalu. Kalian terpilih karena kemampuan dan bakat kalian yang memang mengagumkan, dapat dipertanggungjawabkan dan tentunya, jarang dimiliki oleh banyak orang.” Katanya.


Mendengar kata-katanya aku merasa aneh, kurasa aku tidak sehebat itu ==”


“Aku senang bisa menemukan kalian berlima. Kalian adalah anak-anak yang berbakat sekali. Selamat datang di SSF Entertainment. Kami dengan bangga menyambut kalian. Sekarang kita adalah sebuah keluarga. Kita akan berusaha keras bersama.” Lanjutnya.


“Kalian nantinya akan menjadi satu group. Lima anggota di dalam group itu. Kalian pasti sudah mengerti apa yang dilakukan para girl band, kan? Jadi aku tidak perlu menjelaskan.. hahaha.” Ia menutup penjelasannya dengan tertawa lagi ==”


“Lusa, masa trainee kalian akan dimulai. Kita akan latih kalian sampai kalian benar-benar siap untuk debut dan memperlihatkan kemampuan kalian pada public. Kalau kalian memang sudah siap, dalam waktu 3 bulan pun kalian akan debut. Untuk apa lama-lama kalau memang kalian sudah hebat.” Katanya lagi.


Apa? Lusa? Cepat sekali.. aku sangat berdebar mendengarnya, aku memang sudah menantikan saat-saat ini.


Tiba-tiba terdengar ketukan lembut dari arah pintu lalu  Seorang wanita masuk ke dalam ruangan, Ia tersenyum kepada kami semua lalu berdiri di samping meja presdir. Hem.. kurasa aku pernah melihatnya.. tapi dimana ya? ==a


“Kenalkan, ini Jung Jin Young. Manager kalian.” Jelas presdir pada kami semua, aku mengangguk dan sudah ingat bahwa wanita inilah yang menjadi salah satu juri saat audisi itu.


“Annyeong. Mohon kerjasamanya.” Kata Jin Young-ssi sambil tersenyum. Dia pun memberikan beberapa lembar kertas kepada pak presdir. Kulihat presdir membaca sebentar lalu kembali memandang kami berlima.
Image and video hosting by TinyPic

“Jang Yoon Hee?” Tanya sang presdir.


“Ne, itu aku.” Jawab seseorang yang sedari tadi kulihat jarang sekali tersenyum ==” apakah ia gugup? Atau memang sikapnya dingin?


“Nantinya kau adalah leader dari group ini.” Kata pak presdir. Waah dia leader dari kami semua, kurasa ia bisa bertanggung jawab.


“He? Waeyo? Kenapa aku?” gadis itu bertanya dengan bingung dan kaget.


“Karena kau paling tua diantara mereka berempat.” Jawab presdir dengan enteng.


“Heeeeee? Karena aku paling tua aku jadi leader?” Ia masih bertanya dengan sangat kaget. Namun kurasa pak presdir mengabaikannya.


“Iya, dan… Lee Gi Hae?” Ucap pak presdir lagi, sekarang aku menoleh kearah GiHae yang terlihat kaget namanya disebut.


“Hek?? Ya?” Gihae menjawab dengan bingung.


“Kau yang paling muda.” Kata presdir sambil tersenyum padanya. Apa? Dia maknae?? -__- tidak cocok dengan image kebanyakan maknae pada umumnya. Dia kan tidak imut ==;;


“Yah, menurutku, pertemuan kali ini sudah cukup. Kalian siapkan semuanya untuk lusa. Kalian akan mulai trainee. Dan baru akan pindah ke dorm beberapa bulan sebelum kalian debut nanti. Jadi kalian masih pulang ke rumah kalian sesudah menjalani masa trainee. Bagian posisi dan yang lainnya, kita bicarakan lusa. Sekarang, pertemuan kita sudah cukup. Kalian saling berkenalanlah.” Katanya mengakhiri pembicaraannya dan tak lupa sambil tersenyum pada kami berlima.


Lalu kami berlima keluar dari ruang presdir itu, setelah berada diluar ruangan kami hanya saling memandang satu sama lain. Benar-benar canggung bertemu rekan baru ==”


“Hai, nama ku Park Jii Ra. ^^” kata seorang gadis manis yang berambut lurus panjang. “Senang bertemu kalian semua. Mohon kerja samanya, ya.” Ujarnya memperkenalkan dirinya.
Image and video hosting by TinyPic
“Oh, hai Jii Ra-sshi…”Ujarku membalas perkenalannya namun belum selesai aku bicara ia memotong ucapanku.


“No, no, no. just call me Jii Ra, okay? Or maybe you can call me, Jii.” Katanya dengan logat English yang fasih.


“Ah, ya… Jii Ra-ya.” Balasku sedikit canggung dengan senyum. “Chonun Kang Yoo Riem imnida. Mohon kerja samanya juga.” Aku berkata memperkenalkan diriku sambil membungkuk memberi salam pada mereka semua.
Image and video hosting by TinyPic

“Kalau aku Park So Ryie~ kita punya marga yang sama ya Jii. Mohon kerjasamanya, semuanya~~” Kata seorang gadis lagi sambil tersenyum ramah pada kami semua.
Image and video hosting by TinyPic
“Eng… aku Gi Hae. Lee Gi Hae imnida. Hai. Mohon kerja samanya.” Ujarnya sambil tersenyum aneh.. haha wajahnya lucu sekali u.u
Image and video hosting by TinyPic
“… Aku Jang Yoon Hee, yah.. kalian sudah dengar namaku tadi.” Ucap YoonHee unnie (ceritanya kan baru tau YoonHee doang yang lebih tua dari YooRiem u.u) dengan gugup lalu tersenyum aneh sama seperti GiHae. Kurasa mereka berdua mirip ==”
Image and video hosting by TinyPic

“Ya, sekarang kita saling kenal. Ku harap kita bisa bekerja sama dengan baik, ya.” Kata Jii Ra sambil tersenyum.

“Ku harap juga begitu.” Ujarku.

Yaaah.. Kuharap semuanya bisa berjalan dengan baik, tidak ada pertengkaran atau pertentangan diantara kami nantinya. Jujur saja, aku sangat bersemangat menghadapi hal ini. Karena memang aku sudah mengidamkannya sejak lama, semoga kami akan sukses nantinya… semoga………..


*esok malamnya~*

“YOORIEM-AH!!! CHUKKAEEE!!” Teriakan itu langsung menyerbuku begitu aku baru saja membukakan pintu. Lee Joon oppa langsung memelukku dengan senang, bahkan ia sempat memutar-mutar badanku seakan aku boneka =.=

“Ini juga berkat latihan darimu. Jeongmal gomawo oppa..” Kataku mengucapkan terima kasih pada guru tariku ini u.u

Malam ini MinHyuk oppa mengadakan syukuran (??) atau lebih tepatnya pesta kecil-kecilan karena aku dan GiHae lolos audisi. Tetapi saat ini GiHae malah sedang kelayapan entah kemana =__= Rumah kami saat ini sudah dipenuhi orang, dan semuanya laki-laki ._. MinHyuk oppa mengundang teman-teman bandnya, namun kulihat JongHyun-sshi belum datang. Hm.. apakah ia berhalangan hadir? Sedangkan Lee Joon Oppa baru saja datang bersama Cheondung Oppa, aku mempersilakan mereka masuk dan kami mulai bersenang-senang dengan merecoki MinHyuk Oppa yang sedang memasak banyak makanan xp.

“ting”

Bisa kudengar suara dentingan itu yang berasal dari oven, kue tart buatanku sudah jadi ternyata. Aku mengeluarkannya dari dalam oven, setelah kudiamkan untuk didinginkan aku mulai melapisi kue itu dengan whip cream dan cokelat.

“YooRiem-ah, ini buatanmu?” Tiba-tiba  JungShin-sshi bertanya padaku.

Aku mengangguk sambil tersenyum dan tetap melanjutkan melapisi kue itu.

“Kau bisa masak kue? Uwaaa hebat.” Sambung Lee Joon oppa.

“Ah tidak, kemampuan memasakku masih kalah jauh jika dibandingkan dengan MinHyuk Oppa.” Ujarku menyangkal.

“Hee? Hyukie? Dia memang pintar memasak, tapi dia tidak manis sepertimu.” Kata YongHwa-sshi seperti biasa menggodaku.

Aku baru sadar ternyata sekarang mereka semua— kecuali MinHyuk dan Cheondung Oppa— sedang mengerubutiku seperti semut. Mereka memperhatikanku seakan-akan aku seorang guru yang sedang mengajar anak TK. ==a Mereka terus saja berkomentar selama aku menyelesaikan menghias kue itu, aku hanya menanggapinya dengan tertawa. Mereka semua sangat lucu, bahkan kalimat-kalimat yang mereka lontarkan hampir saja membuatku menjatuhkan mangkuk cream.

“YA! Kalian sedang apa? Jangan mengerubuti calon istriku seperti itu.” Tiba-tiba Cheondung Oppa berkata begitu dengan cukup kencang sambil menghampiri kami.

Semua orang membatu mendengar ucapannya, aku dan MinHyuk Oppa otomatis menghentikan kegiatan yang sedang kami lakukan. Kulihat JungShin-sshi dan YongHwa-sshi juga sama membatunya dengan kami. Hanya Lee Joon oppa yang terlihat biasa saja menanggapinya.

“Cheondung-ah, jangan terburu-buru begitu. Lihat sekarang YooRiem membeku mendengar ucapanmu itu.” Ujar LeeJoon oppa sambil menunjukku yang memang sedang membeku. ==”

“Kalian ini kenapa serius sekali sih -__-, aku kan Cuma bercanda.” Kata Cheondung oppa mencoba mencairkan suasana. MinHyuk Oppa, YongHwa-sshi dan JungShin-sshi hanya menanggapinya dengan senyum. Sedangkan aku? -_- aku hanya tersenyum kaku, dan kurasakan tanganku gemetar. Jika aku bisa bercermin saat ini, aku yakin sekarang wajahku sudah sangat merah karena malu.  Saat mendengarnya mengucapkan itu, jantungku berdeba dan pikiranku menjadi kusut dalam seketika -_- Orang ini benar-benar membuatku menjadi aneh.

Ting Tong”

Bel pintu berbunyi beberapa kali, aku yang mendengarnya langsung bangkit dan berjalan untuk membukakan pintu. Hem.. sejujurnya aku ingin melarikan diri dari suasana canggung itu.

Aku membukakan pintu dan kulihat seorang laki-laki berdiri dihadapanku, postur badannya yang tinggi dan garis wajahnya yang sudah sangat kukenal. Jonghyun-sshi. Begitu aku berhadapan dengannya, dia tersenyum ramah padaku.
Image and video hosting by TinyPic
“Ah, JongHyun-sshi.. silakan masuk.” Ujarku padanya sambil tersenyum dan menyilakannya untuk masuk.

“eh.. YooRiem-ah…” Panggilnya, masih berdiri didepan pintu.

“Mwo?” Tanyaku dengan bingung. Tumben sekali orang ini memanggil namaku.

“err… hem.. ini, untukmu…” Ia berkata begitu dan memberikanku sebuket bunga mawar yang ia sembunyikan dibelakang punggungnya tadi.

Aku menatapnya dengan pandangan kaget dan bingung, kulihat JongHyun-sshi terlihat canggung dan malu. Aku mengambil buket bunga itu, lalu memandang JongHyun-sshi dengan heran. “ini.. untukku?”  Aku bertanya dengan bingung.
Image and video hosting by TinyPic
“Ah… ne.. itu sebagai ucapan selamat dariku.” Katanya sambil tersenyum.

Aku membalas senyumnya. “Terima kasih, aku sangat senang menerimanya.” Ujarku.

“Ya, sama-sama.. itu juga sebagai apresiasiku atas bakatmu yang hebat itu.” Katanya.

Aku tersenyum malu mendengar ucapannya, ha… entah sudah berapa kali hari ini aku dipuji. “Aku tidak sehebat itu, aku masih kalah jika dibandingkan dirimu JongHyun-sshi.” Kataku.

“Haha.. kau merendah. Dirimu hebat YooRiem-ah.” Katanya dan kembali tersenyum lalu mengusap kepalaku.

“Iya iya terserahmu sajalah, sekarang mari masuk. Yang lain sudah berkumpul sejak tadi.” Kataku lalu  menyilakannya sekali lagi, dan sekarang ia masuk menuju ruang dalam dan berkumpul bersama yang lainnya.

Aku memandang buket bunga mawar yang ada ditanganku ini. “Baik sekali… aku diberi bunga.” Ujarku lalu tersenyum memandang buket itu. Ada kebanggaan tersendiri menerima buket bunga dari seorang pria.

“YooRiem-ah..” Panggil seseorang ketika aku sedang menaiki tangga untuk menuju kamarku.

Aku menoleh dan kulihat cheondung Oppa yang memanggilku.

“Kau mau kemana? Kuemu belum jadi tuh.” Katanya bercanda padaku.              

“Ah, aku mau ke kamar dulu. Ingin menaruh bunga ini.” Kataku sambil menunjukkan buket yang kubawa. “Sebentar lagi aku akan melanjutkan menghias kuenya.” Kataku dan tersenyum dan memasang wajah yang penuh candaan sepeti biasanya.

“Bunga? Siapa yang memberikannya?” Ia bertanya padaku dengan ekspresi heran.

“eh.. ini JongHyun-sshi yang memberikannya.” Ujarku. “Ah, sudah ya aku ke atas dulu.” Kataku dan langsung berjalan menuju kamar.

Aku meletakkan buket bunga itu di meja belajarku, lalu memandangnya sebentar. “Hebat sekali, setelah diajak kencan, lolos audisi girlband, lalu sekarang mendapatkan buket bunga. Apalagi yang akan kudapat besok?” Ujarku penuh Tanya memikirkan hal-hal yang belakangan ini terjadi padaku. Haha, sungguh ajaib.

*Author POV*

Semua orang terdiam kaget mendengar apa yang Cheondung baru saja ucapkan, ia mengatakan bahwa YooRiem sebagai calon istrinya. YooRiem yang sangat kaget terlihat bersemu merah, mungkin ia juga malu. Sedangkan MinHyuk, YongHwa serta JungShin saling pandang satu sama lain, ya, yang ada dipikiran mereka bertiga saat ini adalah JongHyun.

Bel pintu berbunyi dan YooRiem bergegas membukakannya, sementara itu YongHwa dan JungShin menghampiri MinHyuk dan mereka membicarakan sesuatu—mengenai JongHyun tentunya—sementara Cheondung dan LeeJoon sedang asik berbicara.

“Hyung-ah, kalian lihat sendiri kan bagaimana sikap Cheondung hyung pada adikku?” Ujar MinHyuk.

“Ya, aku melihatnya. Sepertinya dia benar-benar menyukai YooRiem.” jawab JungShin.

“Dan dia mengatakan bahwa YooRiem calon istrinya…. Aarrgghhh aku pusing.” Minhyuk berucap sambil mengacak rambutnya.

“Apakah perlu kita beritahu JongHyun mengenai itu?” Tanya YongHwa.

“Ah sudahlah, aku pusing memikirkan kisah cinta hyung dan dongsaengku. Kalian diskusikan saja berdua, aku tak mau ikut campur lagi. Aku mau masak saja.” Kata MinHyuk dan ia mulai mengaduk-aduk panci sup yang berbau harum itu.

“Ya Kang MinHyuk! Kalau terjadi apa-apa dengan adikmu bagaimana? Kakak yang tidak bertanggung jawab -__-.” Kata JungShin, ya sebenarnya sih ia juga sudah pusing dengan hal ini. Tapi apa boleh buat, JongHyun sudah seperti kakaknya sendiri.

MinHyuk menoleh lagi kearah mereka berdua. “Bukan seperti itu… aku hanya tak ingin terlalu ikut campur dalam urusan percintaan adikku.” Ucapnya “Aku tidak melarang siapapun untuk menyukainya, asalkan dia bahagia aku pun sudah merasa senang dan tenang. Ini berhubungan dengan perasaannya, aku tidak bisa memaksakan sesuatu padanya. aku terlalu menyayanginya…..” Ujar MinHyuk dengan wajah yang terlihat serius dan sedikit sedih. “Mengertikah kalian?” tanyanya.

“Ne, aku mengerti perasaanmu..” Ucap YongHwa padanya sambil menepuk pundak MinHyuk.

“Aku sangat mendukung JongHyun hyung dan aku juga mendukung Cheondung hyung.” Ucap MinHyuk

“Aku mendukung siapa saja yang berniat baik dan ingin membahagiakan adikku. Asalkan orang itu benar-benar bisa menjaga YooRiem, aku sangat mendukungnya.” Ujarnya lalu terdiam, ia memang sangat menyanyangi YooRiem, adiknya satu satunya. Adik yang didapatnya setelah eomma keguguran untuk kesekian kalinya, ia sangat ingin menjaga dan menyayanginya dengan baik.

“MinHyuk-ah…” Panggil seseorang, dan semuanya menoleh ke sumber suara itu dan menemukan JongHyun ada disana.

“Hyung….” MinHyuk membalas panggilannya dengan sedikit gugup, apakah JongHyun mendengar ucapannya tadi?

JongHyun tersenyum dan berjalan menghampiri mereka. “Aku dengar ucapanmu hyukie-ya, aku sangat mengerti perasaanmu.” Kata JongHyun. “Kalian semua sudah cukup banyak membantuku, mulai sekarang aku akan berusaha sendiri untuk mendapatkan apa yang kumau.” Ujarnya.

“Ya Hyung! Seharusnya dari kemarin kau optimis begini!!” Ujar JungShin sambil merangkul pundak JongHyun yang sedang tersenyum.

“Aku mendukungmu, berusahalah.” Kata yonghwa sambil menjabat tangan jonghyun lalu menepuk pundaknya dengan tangan kirinya.

“Hyung-ah… kau harus ingat bahwa aku juga akan selalu mendukungmu.” Ujar MinHyuk.

“Tentu saja Hyukie-ah.. kau yang paling banyak berjasa untukku. Mulai sekarang aku akan mencoba berusaha dengan usahaku sendiri, dan terima kasih atas dukungan kalian.”  Ucap Jonghyun sambil tersenyum optimis. Ya, ia memang telah membulatkan tekadnya.

“Lee JongHyun?” Panggil seseorang dan JongHyun pun menoleh kebelakang.

“Ne.. Lee ChangSun? Joonie?” Tanya JongHyun setelah melihat Lee Joon yang memanggilnya.

“uwaaaa sudah lama sekali tidak bertemu.” Ujar Lee Joon pada jonghyun sambil saling berjabat tangan. “Bagaimana kabarmu?” Tanyanya.

“Baik, kau sendiri?” Jawab JongHyun sambil tersenyum.

“Aku juga baik. Ah ya, Cheondung-ah!! Lihat disini ada JongHyun.” Lee Joon berteriak memanggil cheondung. Lalu terlihat Cheondung datang masuk ke ruangan ini.

“Ya hyung! Suaramu besar sekali -_- Ada apa? JongHyun yang mana? Lee JongHyun??” Tanyanya pada Joonie. “Ah ya! Aku ingat, JongHyun!!! Astaga sudah lama sekali tidak bertemu.. bagaimana kabarmu?” Tanya Cheondung begitu ia melihat sosok Lee JongHyun yang ada dihadapannya saat ini.

JongHyun menatap Cheondung sejenak, begitu melihat sosoknya ia merasakan gelora bersaing yang membara dalam dirinya. Dia adalah rival terberat.  “Ya, aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana kabarmu Park SangHyun?” Ujar JongHyun setelah bisa meredamkan amarahnya (??)

“Aku juga sehat.” Jawab Cheondung.

Lalu saat itu YooRiem memasuki ruangan dan dua orang itu menatapnya dengan tatapan mengagumi (XDDD asik asik #plak). Setelah memandangi YooRiem untuk beberapa detik, Jonghyun menoleh untuk melihat wajah Cheondung yang berada disebelahnya. Wajah itu……. Ekspresi Cheondung ketika memandang YooRiem bisa ia rasakan sama seperti dirinya saat memandang gadis itu. Ia tahu bahwa Cheondung benar-benar menyukai YooRiem, sama sepertinya.

“JongHyun-ah… Kau lihat kan? YooRiem…. Dia sangat cantik, aku sangat menyukainya. Aku ingin dia menjadi milikku.”

To Be Continued~

Chroma------- Yue (Yoo Riem).. Part 2

ASK ME IF YOU WANT TO REPOST THIS.

Author : Kartika Paramaswari (Yuechara)
Story : Chroma------- Yue (Yoo Riem)Part 3

Cast on this part :
Tika as Yue/ Kang Yoo Riem
Anggi as Lee Gi Hae
Kang Min Hyuk (CN BLUE) as Kang Min Hyuk
Lee Jong Hyun (CN BLUE) as Lee Jong Hyun
Park Sang Hyun a.k.a Cheondung (MBLAQ) as Cheondung
Jung Yong Hwa (CN BLUE) as Jung Yong Hwa
Lee Jung Shin (CN BLUE) as Lee Jung Shin

“YooRiem-ah.” Kudengar suara seorang laki-laki disampingku memanggil namaku.

Eh? HEK??? LAKI-LAKI?? INI KAN KAMARKU?! Aku pun langsung membuka mataku dan menemukan MinHyuk Oppa sedang duduk disampingku. Fuuh, kukira ada laki-laki lain yang masuk ke kamarku.

“Ya-oppa, kenapa aku dibangunkan? Aku masih ingin istirahat.” Kataku sambil menggeliat di tempat tidurku.

“Yak, kau ini. Ada yang mencarimu, temui sana!” Kata Hyukie Oppa padaku.

Aku mengucek kedua mataku dengan punggung tanganku. “Mencariku? Siapa?” Tanyaku.

“Cheondung hyung.” Jawab Hyukie oppa singkat.

“HEE??? MWOO?” Aku pun terbangun sambil berkata setengah berteriak dengan kaget.

Hyukie oppa menutup kedua kupingnya. “Ya, YooRiem-ah! Kencang sekali suaramu!” Keluhnya.

“Ah mian oppa.” Kataku. “Apa yang Cheondung-sshi lakukan disini? Kenapa ia mencariku?” Tanyaku pada hyukie oppa.

“Aku tidak tahu, cepat temui sana. kasihan dia lama menunggumu.” Kata Hyukie oppa menyuruhku.

“Ara ara..” Jawabku dan bangun dari tempat tidur. Sebelum keluar kamar aku melihat kearah cermin dan melihat penampilanku. Ah, rambutku berantakan, wajahku kusut dan aku hanya mengenakan piyama. ==” ah sudahlah biar saja.

Aku pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tengah sambil menguncir rambutku. Ketika aku sudah turun dari lantai atas, aku langsung melihat Cheondung-sshi sedang duduk di sofa sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kearahku. Aku membalasnya dengan senyuman riang dan berjalan kearahnya, lalu duduk di dekatnya.

“Cheondung-sshi, ada apa mencariku?” Tanyaku padanya yang sedari tadi tersenyum.

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, kau kosong kan hari ini?” Ujarnya.

“Hee??? Apa? Jalan-jalan? Sekarang???” Tanyaku dengan kaget.

Dia tersenyum dan mengangguk. “Ya, sekarang. Kau mau kan?” Tanyanya.

“A…apa? Ah aku tidak tau.” Jawabku terbata-bata dengan malu. Apa yang harus aku lakukan jika ada pria yang mengajakku keluar?! Ini pertama kalinya dalam hidupku!

“Sudah kau pergi saja, hari ini aku mau bersih-bersih rumah bersama GiHae. Aku gak mau kau jadi kut membantu karena melihat kami membereskan rumah, kau kan kemarin sudah membersihkan gudang dan halaman.” Ujar Minhyuk Oppa dari arah tangga.

“He? Kenapa aku tidak boleh membantu? Kau ini aneh sekali -__-“ Kataku.

MinHyuk Oppa berjalan kearah kami. “Bukannya tidak boleh, aku tidak ingin kau terlalu lelah. Dari kemarin kau sudah membereskan rumah.” Ujarnya sambil duduk di sampingku.

“Lihat, Oppamu saja menyuruhmu jalan-jalan. Ayolah, aku hanya ingin mentraktirmu makan.” Ujar Cheondung-sshi merayuku (??)
Aku menghela nafasku. “Baiklah, aku ganti baju dulu.” Kataku dan bangkit dari dudukku. Kulihat Cheondung-sshi tersenyum senang mendengar jawabanku.

~~~~~~
Setelah kurang dari sepuluh menit aku bedandan (?) aku keluar dari kamar dan turun menghampiri Cheondung-sshi dan MinHyuk Oppa. Begitu aku turun Cheondung-sshi langsung tersenyum kepadaku, yaa seperti biasanya ==”. Ia berdiri dan menghampiriku “Sudah siap?” Tanyanya padaku.

“Ne~ Kita berangkat sekarang?” Tanyaku.

“Ya, ayo cepat.” Katanya dan tersenyum.

“Oppa~ aku pergi dulu ya. Bangunkan GiHae pukul 4 nanti, katakan padanya dia ada tugas sejarah.” Ujarku .

“Iya iya aku mengerti. Hati-hati dijalan.” Kata Hyukie Oppa padaku dan Cheondung-sshi.

“Ya Minhyukie, kami pergi dulu ya.” Kata Cheondung-sshi.

“Ne hyung.” Jawab Hyukie oppa singkat.

Aku dan Cheondung-shhi pun keluar dari rumah dan masuk kedalam mobilnya dan kami pun berangkat menuju…… eh? Aku sendiri tidak tahu mau kemana? =__=;;
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



*sampai ditujuan*

Aku melngkahkan kaki turun dari mobil cheondung-sshi, begitu aku turun mataku sudah dimanjakan dengan pemandangan taman dan danau yang indah yang terhampar di depan mataku. Aku tersenyum riang dan berlari mendekat kearah danau.

“Ya! YooRiem-ah, jangan pergi terlalu jauh dulu.” Kudengar Cheondung-sshi berkata itu sambil berlari mengejarku.

“Hyaaaa Cheondung-sshi, disini indah sekali. Sayang sedang musim dingin, tidak ada pepohonan hijau.” Ujarku.

Cheondung-sshi tersenyum. “Kau suka tempat ini?” Tanyanya.

Aku mengangguk. “Tempat ini sangat indah, aku sangat menyukainya. Melihat air danau yang tenang membuatku merasa rileks.” Jawabku penuh semangat sambil terus memandang kearah danau.

“YooRiem-ah~”

“Hm?”

“Kau.. apa tidak kedinginan hanya memakai sweater seperti itu?” Tanyanya.

Ya aku memang hanya menggunakan sweater yang tipis dan itu benar-benar membuatku kedinginan -_- “Ah, sebenarnya iya.” Jawabku.
Ia melingkarkan tangannya dileherku, memakaikanku syal miliknya. Aku menoleh dan memandangnya, ia tersenyum.. mata kami bertemu. Astaga, kurasakan jantungku berdegup dengan kencang! Aku tidak pernah berhadapan dengan seorang laki-laki sedekat ini. Dia.. wajahnya sangat manis.. ah tidak, tampan! Cheondung-sshi tersenyum menatapku, ia mengambil tanganku dan memakaikanku sarung tangannya.

“Ah, gomawo.” Kataku pada akhirnya setelah terdiam untuk beberapa saat.

Ia hanya membalasnya dengan senyum padaku lalu ia mengenggam tanganku. Ya, dia memang belum melepaskan tanganku tadi ==a. Aku kaget dan meliriknya yang sedang memperhatikan danau di depan ini dengan sangat tenang. Ia masih belum melepaskan tanganku, dan sekarang kurasa wajahku sudah memerah karena malu. Haruskah aku melepaskan genggamannya? ==a Aku merasa risih dengan genggamannya itu, tapi… tapi… hangat… tangannya membuatku hangat.

“Cheondung-sshi…” Panggilku.

“Oppa.” Katanya

“Eh? Apa?” Tanyaku bingung.

“Cheondung Oppa.” Ia menoleh kearahku. “Kau seharusnya memanggilku Oppa.” Katanya.

Aku terdiam dan wajahku semakin panas. “O.. Oppa.. Cheondung Oppa..” Kataku pada akhirnya dengan terbata.

Ia tersenyum dan mengacak-acak rambutku. “Kau lucu sekali.. Mulai sekarang panggil aku Oppa! Arasseo?”

“Ne, Oppa..” jawabku sambil tersipu. Astaga mengapa hanya memanggilnya Oppa saja aku sudah salting begini >_<

Ia kembali tersenyum dan merangkul bahuku, astaga orang ini sepertinya tidak sadar kalau aku sudah blushing sejak tadi. >__<
“Oppa..” panggilku.

“Mwo?” Jawabnya sambil menoleh padaku.

“Itu tempat apa?” Tanyaku sambil menunjuk kearah sebuah gerbang dengan tangga panjang.

Ia melihat kemana aku menunjuk. “Ah, itu adalah kuil tua. Tapi sekarang digunakan sebagai pusat seni oleh warga sekitar, banyak yang menjual berbagai souvenir. Kau mau kesana?” Ujarnya lalu bertanya padaku.

“Ya, ayo!” Jawabku sambil mengangguk pasti dan tersenyum riang.

Cheondung-sshi.. ah tidak, Cheondung Oppa mengandengku menuju tempat tersebut. Kami melihat-lihat kedalam tempat itu namun terlihat sepi, hanya ada sekitar lima belasan pengunjung. Cheondung oppa membawaku ke sebuah kios. Aku melihat barang-barang yang dijual di kios tersebut, ada macam-macam aksesoris yang berbentuk unik yang terbuat dari bahan-bahan alam, seperti kayu dan bebatuan.

“Waah bagusnya.” Seruku sambil melihat-lihat barang-barang yang dipajang di kios sederhana tersebut.

“YooRiem-ah..”

Aku menoleh dan melihat Cheondung Oppa sedang menunjukan sebuah kalung yang terbuat dari kayu kepadaku. “Waa.. cantiknya..” Kataku.

Cheondung Oppa tersenyum dan bertanya. “Bagus kan? Kau suka?”

“Eh? Iya bagus.. aku juga suka.. tapi….”

“Ini untukmu.” Katanya dan langsung memakaikanku kalung itu tanpa menunggu persetujuan dariku. Wajahku berada di depan dadanya ketika ia memasangkan kalung itu dileherku, aku dapat mencium wangi parfumnya dan sedikit bisa kurasakan kehangatan dari tubuhnya. (CHEONDUUUUUUUUUUUUNNGGG >__< *author sarap*) Ia menjauh dariku dan meletakkan kedua tangannya di pundakku.

“Cantik, kalung itu cocok untukmu.” Katanya sambil tersenyum padaku yang sudah blushing semakin menjadi.

Cheondung Oppa membayar kalung itu dan ia mengajakku berjalan-jalan lagi. Entah mengapa aku merasa sangat senang bersamanya hari ini, ia tak henti-hentinya membuatku tertawa dengan tingkahnya atau leluconnya. Sebenarnya hari ini aku berniat berdiam diri dirumah sambil menunggu hasil audisi yang keluar malam ini. Sejujurnya dari kemarin malam aku sudah berdebar-debar menunggu hasil audisinya, namun tak kuduga sekarang aku malah sedang berjalan-jalan dengan seorang lelaki ==”. Tetapi baguslah, aku jadi tidak begitu gelisah memikirkannya. Sekarang nikmati saja apa yang ada di depan matamu YooRiem-ah!!

*sementara itu dirumah…*

*MinHyuk’s POV*

“YA! Gi Hae-ya jangan letakkan disitu!” Kataku begitu aku melihat anak itu hampir meletakkan pot tanaman diatas meja tamu. ==”

“Aish! Habis mau diletakkan dimana?” Tanyanya dengan sedikit kesal.

“Memang kau tidak ingat dimana letak semulanya?” Jawabku tak kalah kesal -_-

“Anni..”

“Kalau begitu tanyalah padaku, jangan asal saja menaruhnya.” Kataku sedikit mengomel. Ah aku merasa jadi seperti ibu-ibu -__-

“Ya oppa! Sudahlah aku capek.” Katanya dan melempar sapu kelantai lalu duduk di sofa.

anak ini….. -______- “hei hei, ayo bangun! Sapu dulu ruangan ini baru istirahat.” Kataku dan menariknya bangun dari sofa.

“Aaaa aku lelaaahhh..” tolaknya dan kembali duduk.

“Yak! Kalau kau membersihkan ruangan ini kau dapat waffle selai coklat dengan susu cokelat hangat malam ini.” Kataku mencoba
mengumbar janji padanya (??)

“He? Jinja??” Katanya menatapku dan membesarkan matanya “Iya, makanya ayo cepat bersihkan!” Kataku dan kembali menariktangannya, lalu kuberikan sapu padanya.

“Iya iya iya.. ternyata kau ini lebih bawel daripada YooRiem.“ Katanya padaku dan ia mulai menyapu ruangan ini dengan malas.

“Hei hei -__- kau ini.. sudah menyapunya asal, bilang aku bawel pula.. Masih untung aku mau memasak untukmu ha?” Kataku.

Dia nyengir kearahku “hehheehe.. maaf u.u aku akan menyapu dengan benar kalau Oppa benar-benar memasakkanku waffle.” Ia berkata begitu sambil mengayunkan sapunya lalu tak sengaja mengenai pot tanaman yang terletak dibelakangnya. Pot itu terlempar dan semua tanah dan tanamannya keluar berhamburan dari pot dan mengotori lantai ruangan ini.

“…………..”

“O..Oppa…..”

“LEE GI HAEEEEE!” Aku berkata sambil setengah berteriak sambil memasang wajah à =……...=

“HWAAAAAAA OPPA MIANHAEEE..” Ia berkata panik sambil membersihkan tanah-tanah yang berserakan dilantai.

Sepertinya aku salah menyuruh YooRiem keluar hari ini ==” Kalau bukan karena Cheondung hyung yang memaksaku aku tidak akan rela membiarkan adikku keluar hari ini. -__- ah sudahlah, lebih baik sekarang aku membereskan ruangan ini lagi..
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Yoo Riem POV*

Sudah pukul 7 malam dan aku masih belum pulang kerumah, Cheondung Oppa mengajakku makan malam diluar. Kami makan di sebuah restoran itali yang terletak tak jauh dari danau tadi. Restoran ini ramai, banyak pengunjung dari berbagai kalangan. Kulihat ada para pekerja kantor yang makan sambil berdiskusi, ada juga satu keluarga besar, ada sekumpulan anak muda, dan yang pastinya banyak pasangan yang makan disini.

Seorang pelayan menghampiri kami ketika aku dan Cheondung Oppa baru saja melangkahkan kaki masuk ke restoran ini. “Selamat malam, mari saya antar ke meja.” Ujarnya dan ia menuntun kami menuju meja yang letaknya di pojok dan dikelilingi banyak tanaman sehingga orang lain akan susah melihat orang yang duduk disana. Hem.. mungkin pelayan ini mengira kami berpacaran ==”

Aku dan Cheondung Oppa duduk dan langsung memesan makanan, setelah itu kami mulai membicarakan banyak hal selagi menunggu pesanan datang. Ia menanyakan sekolahku, temanku, kemampuan musikku, dan sampai pada audisiku kemarin.

“Jadi malam ini pengumumannya keluar?” Tanyanya.

Aku mengangguk. “Ya, aku sangat tidak tenang menunggunya.” Jawabku.

“Jam berapa pengumumannya keluar?” Ia bertanya lagi.

“Sekitar jam 9 malam setauku. Kenapa?”

“Anni.. Jika hasilnya sudah keluar kau harus memberi tahuku ya?” Ucapnya.

“Ah tentu saja.” Jawabku sambil tersenyum.

“Aku adalah orang pertama yang harus kau hubungi ketika hasilnya sudah keluar, janji?” Ujarnya sambil menjulurkan jari kelingkingnya.

Aku tertawa kecil dan tersenyum. “Baiklah, aku janji.” Ujarku dan aku pun mengaitkan jari kelingkingku dengan miliknya.

Ia tersenyum, jari kami masih saling terkait. Kami berdua saling pandang dan saling tersenyum satu sama lain. Aku melepaskan jariku ketika kulihat seorang pelayan datang dan menaruh pesanan kami di meja.

“Terima kasih.” Kataku kepada pelayan tersebut dan ia hanya menjawabnya dengan senyum dan langsung beranjak pergi.

“YooRiem-ah, setelah makan kau ingin langsung pulang?” Tanya Cheondung Oppa padaku yang baru saja menyuapkan spaghetti kemulutku.

“Eh? Hem terserah.. aku ikut denganmu.” Jawabku.

“Baiklah, kau keberatan tidak jika aku mengajakmu ke pusat kota sebentar sehabis ini?” Ia bertanya padaku sambil memotong sosis.
Aku mengangguk. “Baiklah, tetapi aku ingin pukul 9 sudah ada dirumah. Bisakah?” Kataku.

Ia tersenyum. “Aku usahakan kausudah ada dirumah sebelum pukul 9.” Ujarnya.

Aku tersenyum kearahnya. “Gomawo..” ujarku.

“Eh? Untuk apa?”

“Untuk hari ini.. aku benar-benar senang. Sebelum kau menjemputku aku sedang berkecamuk dan gelisah mengenai hasil audisi hari ini. Haha, sangat terima kasih kau mengajakku jalan-jalan.” Ujarku lalu tersenyum padanya.

Ia membalas senyumku. “Sama-sama, aku senang melihatmu tersenyum.” Katanya.

Aku hanya membalasnya dengan senyumku sambil melanjutkan makan. Aku memikirkan semua sikap dan perlakuannya padaku, ini terlalu banyak untuk seseorang yang baru dikenalnya selama seminggu. Mungkinkah ia.. hem… menyukaiku? Jika benar… bagaimana perasaanku terhadapnya? Ah sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya. Membuatku pusing saja ⌐.⌐ .

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*MinHyuk POV*

“Hyung, kau mau sampai kapan terus begini?” Tanyaku pada JongHyun hyung yang sedang terdiam sambil memetik gitarnya. Aku baru saja menceritakan tentang kedatangan Cheondung hyung tadi, begitu mendengarnya JongHyun hyung langsung terlihat muram. Sekarang saja ia masih diam ==” astaga padahal sejam lagi kami akan manggung.

“Hyung, ayolah.. sudah maafkan aku sudah membuat moodmu jadi jelek. Sekarang kita latihan saja dulu, jangan pikirkan YooRiem. Sebentar lagi kita tampil.” Aku terus merayunya yang sejak tadi masih tidak berbicara dan tidak menjawab semua orang.
YongHwa hyung menarik lenganku. “Ya! kenapa kau membicarakan hal itu? Lihatlah sekarang dia jadi sangat muram.” Katanya berbisik padaku.

“Hyukie-ya, kalau sampai penampilan kita rusak malam ini. Itu semua salahmu.” JungShin menambahkannya.

“Mwo?! Aku tidak bermaksud begitu, aku kan hanya menceritakan apa yang kulihat. Lagi pula jika kalian ada di posisiku, aku yakin kalian juga melakukan hal yang sama kan?” Aku berkata mencoba membela diriku, yah meskipun aku tahu aku juga salah ==”

“Jika aku jadi kau, aku tak akan memberitahunya sesaat sebelum TAMPIL HYUKIE YAH!” YongHwa hyung berkata memarahiku. Ternyata dia lebih seram daripada dosenku ==”

“Kalian sedang apa?” Tiba-tiba JongHyun hyung bersuara dan berjalan menghampiri kami.

Aku dan kedua hyungku kaget mendengarnya. “Ya hyung, tidak ada apa-apa kok.” Jawab JungShin berusaha menutupi, padahal sih aku yakin ia tahu apa yang kami bicarakan. =.=

“Kalian mau latihan tidak? Ayo cepat.” Jonghyun hyung bertanya sambil menyiapkan gitarnya.

Aku, JungShin dan YongHwa hyung saling pandang beberapa saat. Namun kami segera bersiap ke tempat masing-masing, aku duduk di belakang drum dan dari sini aku masih bisa melihat dengan jelas wajah JongHyun hyung yang masih terlihat sangat muram. Ah aku benar-benar menjadi tidak enak hati padanya.

Tetapi jika aku tidak memberi tahunya aku takut dia mengiraku tidak mendukungnya untuk mendekati adikku =.=. Jonghyun hyung sudah hampir setahun mengenal YooRiem, tetapi mereka sama sekali belum pernah mengobrol lebih dari 3 menit. Sedangkan Cheondung hyung yang baru saja mengenal YooRiem selama beberapa mingguu sudah mengajaknya kencan. Ah, Hyukie-ya! Mereka yang saling suka mengapa jadi kau yang sibuk memikirkannya. Kisah cintamu sendiri saja masih tidak jelas -__- Ah aku jadi ingat padanya… bagaimana kabarnya ya? Hem… AH YAK KANG MIN HYUK!! Kenapa kau memikirkan gadis itu lagi -___- sudah sudah aku harus latihan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*YooRiem POV*

Angin malam berhembus menerpaku, aku merasa semakin kedinginan meskipun aku telah mengenakan jaket Cheondung Oppa. Cheondung Oppa mengajakku ke sebuah tempat dimana aku bisa melihat dengan jelas pemandangan kota yang gemerlap. Lampu-lampu yang terlihat dari atas sini benar-benar memanjakan mataku. Ah, aku benar-benar senang hari ini. Benar-benar terhibur!

“YooRiem-ah!” Cheondung Oppa memanggilku sambil berjalan dan membawa dua buah jagung bakar. “Ini untukmu.” Ia memberikan satu jagung kepadaku.

“Ah, terima kasih.” Kataku sambil menerimanya.

“Makanlah, masih hangat.” Katanya.

Aku mengangguk dan menggigit jagung itu sedikit, bukan hangat -__- ini masih panas. “waa, masih panas.” Kataku.

“Oh maaf, kukira sudah mendingin. Ternyata belum.” Katanya.

Aku tidak menjawabnya, aku terlalu asyik melihat pemandangan kota sambil menikmati jagung yang ada ditanganku saat ini. Aku tidak pernah menyangka bahwa kota Seoul bisa seindah ini pada malam hari. Kukira pemandangan indah hanya bisa ditemukan di daerah saja.

“YooRiem-ah…”

“Hm?” Jawabku sambil menoleh kearahnya.

“Ini..” Ia memberikanku sebuah amplop.

“Apa ini?” Tanyaku sambil membolak balik amplop tersebut.

“Baca saja.”

Aku pun membukanya dan membaca apa yang tertera disana.

Invitation..
You’re invited to my birthday party on :
Date : 07 October 2010
Time : 20:00 – finish
Place : My House
Please attend. You’re special guest for me.

“Kau? Ulang tahun?” Tanyaku sedikit kaget.

Ia mengangguk. “Ya, bisakah kau hadir?” Tanyanya.

“Pasti. Pasti aku akan datang.” Kataku dan tersenyum padanya.

“Terima kasih. Jika kau datang, aku akan sangat senang.” Katanya padaku.

Aku tertawa kecil. “Benarkah?” tanyaku.

“Ya, kau tidak baca aku menulis ‘you’re special guest for me.’ Itu sungguhan.” Ujarnya.

Aku kembali tertawa. “Hahaha, baiklah baiklah aku percaya.” Kataku masih sambil tertawa.

“Ya! Aku serius.. ⌐.⌐” Katanya.

“Hahaha iya iya.” Aku berkata begitu namun masih tetap tertawa.

Cheondung hyung memasang wajah à -______- dan aku semakin menertawakannya. Astaga, wajahnya lucu sekali jika sedang malu seperti ini.

“Ya! Ayo kita pulang saja.” Cheondung Oppa berkata begitu sambil berbalik dan melangkah pergi menuju mobilnya.

“Ya Oppa! Chamkanman! Jangan ngambek dong >_<” Aku berlari mengejarnya dan masuk kedalam mobil. Ah aku benar-benar senang hari ini >___<

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*JongHyun POV*

“Love Love Love.”

YongHwa hyung menyanyikan bait terakhir dan musik pun berhenti, penonton memberikan tepuk tangan, yaah cukup meriah lah. Ini adalah acara kampus dan cukup banyak pengunjung yang datang, beruntunglah kami bisa tampil disini.

“Hyung. .Mau coke?” Tanya jungshin sambil menyodorkan sekaleng coke kepadaku ketika kami sudah di backstage.

Aku mengambil kaleng coke itu dan meminumnya, hmm… otakku masih memikirkan apa yang dikatakan MinHyuk tadi. Cheondung, teman masa SMA-ku dulu, mengajak YooRiem kencan??........ apakah aku terlalu lama mengambil langkah? Apakah aku terlambat? Apakah aku akan menjadi orang bodoh yang membiarkan gadis yang kusukai pergi begitu saja dengan lelaki lain?

Semua pertanyaan itu berkecamuk dalam otak dan benakku. Aku tidak bisa berfikir dengan jernih, aku merasa sangat bodoh karena tlah menyia-nyiakan banyak kesempatan. Sekarang aku pusing memikirkan apa yang harus kulakukan…. Bodohnya kau Lee JongHyun.

“Hyung..” Panggil MinHyuk.

Aku menoleh dan melihatnya duduk disampingku. “Ada apa?” Tanyaku.

“Hyung-ah, maaf sudah membuatmu sedih.” Ucapnya padaku.

“Untuk apa meminta maaf? Ini bukan salahmu Hyukie-ya..” Ujarku lalu meneguk coke lagi.

“Aku merasa tidak enak hati melihatmu murung begitu hyung.” Katanya.

Aku tidak menjawabnya… aku masih memikirkan apa yang harus kulakukan sekarang. Terus maju dengan kemungkinan yang sangat sedikit… atau….. mundur secara perlahan dan menjadi orang paling bodoh sedunia??

“Hyukie-ya…” Panggilku.

“Ne, hyung? Mwoya?” Jawabnya.

“Katakan padaku… apakah.. apakah aku masih memiliki kesempatan?” Tanyaku padanya, aku benar-benar sangat bimbang saat ini.

“Tentu hyung, kau masih punya banyak kesempatan. YooRiem tidak akan mau berpacaran dengan seseorang yang baru dekat dengannya. Kau mengenal adikku lebih lama dibandingkan Cheondung hyung, kau masih punya banyak kesempatan hyung!” Ia menjawabnya sekaligus menyemangatiku.

Aku mencerna tiap kata-kata yang ia katakan padaku. Hem, ya MinHyuk benar, aku yang mengenalnya lebih dulu, aku lebih tahu tentang YooRiem, aku masih punya banyak kesempatan. Dan aku tak akan mundur.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*YooRiem POV*

Aku sampai dirumah pukul 8:45, Cheondung Oppa menepati janjinya untuk mengantarkan aku pulang sebelum pukul 9. Aku pulang dan tak ada orang dirumah. Sebelumnya Minhyuk Oppa mengirimkan pesan kepadaku, ia berkata bahwa dia manggung hari ini dan pulang malam, Gi Hae juga sedang keluar dan akan kembali sebentar lagi.

Aku merebahkan diri di tempat tidurku, seluruh badan rasanya pegal. Semua sendi-sendinya terasa ingin copot >___<

Aku melihat kearah jam dinding kamarku, sudah pukul Sembilan malam. Aku bangkit dari tempat tidur dan beranjak menuju komputer di meja belajarku. Ini yang kutunggu-tunggu… hm.. semoga hasilnya memuaskan.

Ketika aku menyalakan komputer kudengar suara mobil masuk kedalam garasi. “Pasti Gi Hae sudah pulang” Pikirku. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki di tangga, dan lalu pintu kamarku terbuka.

“Yak… aku lapar.” Kudengar Gi Hae berkata begitu dari depan pintu.

“Masak saja sendiri.” Aku masih sibuk dengan komputerku.

“Masak apa… aku kan tidak bisa masak…” Ujarnya.

“Masak saja yang kau bisa.” Aku mulai mengetikkan alamat website SSFent.

“Yang ku bisa hanya masak air. Masa kau tega, aku hanya makan air?” Ia berkata memelas dan terus menggangguku -__-.

“Yak kau ganggu saja, ah!”

“Yoo Riem… Yoo Riem-ah…” Ia terus memanggil namaku sampai kupingku gatal mendengarnya --‘

“Hya, kau berisik, Gi Hae-ya!” Kataku sedikit membentak. Anak ini benar-benar tidak tahu saat-saat penting -__-

“Aku lapar…… Ayolah…” Ia masih merengek padaku.

“Kau panggang roti sajalah.” Kataku padanya. Aku baru saja ingin membaca pengumuman itu namun tiba-tiba Gi Hae menarikku dari bangku dan menyeretku keluar kamar.“YA! Kau kan bisa panggang roti, kan?! Aku tidak mau masak untuk mu, ah!”

“Andwae.” Ia menjawabnya dengan singkat dan menyeretku menuju dapur.

Sesampainya di dapur aku mengomel padanya selagi memasakkan ramyeon untuknya -__- ha.. benar-benar anak yang menyusahkan.

Aku langsung menuju kamar ketika sudah selesai memasakkannya, aku menarik nafas panjang dan meghembuskannya secara perlahan.. Jantungku berdebar kencang ketika aku bersiap meng-click pengumuman tersebut. “YooRiem-ah…. Atur nafas… berdoa… dan.. satu, dua, tiga.” Aku berkata begitu dan mengklik link pengumuman hasil audisi tersebut.

Jantungku berdebar kencang ketika aku melihat nama-nama yang ada disitu.

PESERTA LOLOS :
JANG YOON HEE
PARK SO RYIE
KANG YOO RIEM
PARK JII RA
LEE GI HAE

“KYAAAAAAAA..” Aku berteriak setelah melihatnya. Aku dan Gi Hae lolos!! Aku tidak menyangka.

“Mworago?! Yoo Riem-ah, Gwenchana?!!” Kudengar GiHae berteriak dari arah bawah. Dan lalu terdengar derap langkah dari arah tangga. Ketika ia membuka pintu kamarku aku langsung memeluknya.

“Kita lulus!! Kita berdua keterima!!! Gi Hae!! kita berhasil!!” Aku berkata dengan histeris dan sangat senang sambil mengguncangkan badannya.

“Ya-yak.. aku pusing.. nih…” Ujar GiHae dan aku pun melepaskannya. GiHae masih memandangku dengan bingung di depan pintu kamar sementara aku masih berteriak kesenangan.

“Ada apa sih? Keterima apa?” Tiba-tiba GiHae bertanya padaku.

“Audisi!! Kita keterima!! kita berhasil!!! Kita akan segera terkenal!! Dan eomma dan appa ku akan bangga padaku!!” Jawabku sambil berteriak sangat bersemangat.

“Oh, audisi itu toh… ku pikir kita tidak keterima. Habis itu kan sudah dua minggu yang lalu.” Ujarnya, ah anak ini benar-benar….. Sepertinya ada yang salah dengan pengaturan otak manusia ini -___-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continue…

Friday, February 11, 2011

Birthday Fiction :D (JiiRa's birthday) It's About Her..

Happy birthday to youu..
happy birthday happy birthday...
happy birthday JiiRa :D

Okay, once again HAPPY BIRTHDAY CHROMA'S CENTER PARK JIIRA >__< a.k.a Ririz a.k.a Rizka XDD Image and video hosting by TinyPic
you turned into 16! You older than me now HAHA.

okay,hope this year you can catch all your dreams, become more mature, gettin smarter than before, and always healthy. May you always be in God's protection. Amin. :)

And, this is special for you v.v

Image and video hosting by TinyPic


It’s about her…

*YooRiem POV*

“Excuse me, do you know where is the Presdir room?”
Aku menoleh, dihadapanku sedang berdiri seorang gadis tinggi yang berambut hitam bergelombang sambil memasang senyum padaku. Telingaku yang terpasang earphone masih bisa mendengar jelas apa yang diucapkannya.
Image and video hosting by TinyPic
“Mworago?” Kataku sambil mengerjapkan mataku, sedikit bingung.
“Ah..” Ia terlihat bingung sesaat, lalu mulai mengucapkan beberapa kata. “Apakah.. kau tahu. Err… dimana ruangan presdir?” Tanyanya dengan pelan-pelan.
“Ooh, ruangan presdir ada disebelah sana.” Jawabku sambil menunjuk kesebuah lorong koridor di gedung ini. Ya, aku tahu karena tadi aku bertanya kepada onnie onnie penjaga meja resepsionis.
Dia tersenyum kepadaku. “Ah, gamsha hamnida.” Ujarnya berterimakasih padaku, aku membalasnya dengan senyumku lalu ia pun berlalu. Dan aku kembali memainkan ponselku.
“Hey, aku sudah selesai.” Ujar seseorang yang sedang berdiri dihadapanku, Lee GiHae.
Image and video hosting by TinyPic
“Maaf membuatmu menunggu, sungguh… aku tidak tahan (=__=)v” Ujarnya, ya, ia baru kembali dari toilet.
“Yasudah tak apa, ayo kita segera keruangan presdir.” Kataku sambil bangkit dari dudukku dan mulai melangkah menuju ruangan presdir dan Lee GiHae mengekori langkahku.
Aku dan GiHae telah sampai diruangan yang kami tuju, sedikit berdebar, aku mengetuk daun pintu ruangan itu beberapa kali. Dan beberapa detik kemudian terdengar suara laki-laki yang berkata “Masuk.” . Kami pun menurutinya, membuka pintu itu dengan perlahan dan dalam sekejap mataku menangkap sesosok seorang laki-laki muda sedang tersenyum kearah aku dan GiHae, dan dihadapannya sudah duduk tiga orang gadis cantik, satu diantaranya adalah gadis yang menyapak di lobby tadi.
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
“Ah, Annyeonghaseyo.” Ujarku memberi salam pada mereka semua, melihatku begitu GiHae pun ikut memberi salam.
Kemudian dia mempersilahkan aku dan GiHae untuk duduk di dua kursi yang tersisa, kami pun menurutinya. Disebelahku duduk orang yang tadi menyapaku, aku menoleh padanya dan ia tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya, dan ia langsung menyodorkan tangannya padaku.
“Park JiiRa.” Ujarnya.
“Ah.” Aku tersadar lalu menerima jabatan tangannya. “Kang YooRiem.” Kataku.
Image and video hosting by TinyPic
“Kang YooRiem..” Ia tersenyum sambil melepaskan gengaman tangannya. “What a nice name, nice to meet you.”


*3 bulan kemudian*

“YAH PARK JIIRA!!!!!!! my cake!!Give it to me!”
“Shireo, this is my cake. Blueberry cake is mine!” Katanya sambil terus berlari menghindari kejaranku.
Image and video hosting by TinyPic
“Andwaeeeeeeee..” Kataku setengah berteriak, namun ia tetap saja membawa kabur cake itu dan bahkan sudah mulai memakannya =..= huh. “Onnieeeeeeeee..” Aku berteriak sambil menuju dapur dorm.
YoonHee onnie yang sedang memotong-motong tomat hanya menoleh sebentar padaku. “Ada apa? Jangan bilang kau ribut dengan JiiRa lagi.” Ujarnya.
“Onnieee JiiRa yang memulai mengambil jatah cake-ku, padahal dia sudah makan dua potong! Masih saja mengambil punya orang lain. Huh.” Kataku dengan kesal, dia lebih tua dariku tapi mengapa selalu aku yang dirugikan. Tidak mau mengalah =_=.
“Hei, enak saja.” Teriak seseorang dari arah luar dapur, lalu masuklah JiiRa. “Aku kan sudah bertanya padamu, ‘YooRiem-ah cake ini boleh untukku?’ dan kau mengangguk. Berarti kau mengizinkannya, maka masalah selesai.” Katanya membela diri.
“Shireoooooooooo, tidak begitu! Saat itu kan aku sedang mendengarkan musik, aku mengangguk karena mendengarkan irama musik! Aku bahkan tidak mendengar perkataanmu sama sekali.” Bantahku.
“Yasudah, nasi sudah menjadi bubur. Kuemu sudah ada diperutku, tak bisa kau ambil lagi.” Ucapnya sambil memasang tampang mengejek padaku.
“YA!!!! PARK JIIRAAA!!” Teriakku dengan kesal, tetapi yang diteriaki malah melengos pergi dengan santainya.
Buk!
“Kyaaaa onniee kenapa memukulku?” Protesku pada YoonHee onnie yang memukulku dengan sendok sayur ==a.
“Kau berisik, lebih baik kau bantu aku memasak.” Ujar YoonHee onnie lalu memberikanku semangkuk adonan kue.
“Aku tidak berisik, aku kan hanya membela diri.” Ucapku sambil mengaduk-aduk adonan kue.
“Hhh.. kapan sih kalian bisa sehari saja tanpa ribut, setiap hari kau dan JiiRa selalu saja berebut sesuatu.” Keluh YoonHee onnie.
“Aku juga tidak tahu onnie, tapi aku tidak mau jika terus mengalah =__=. Lagipula kan dia yang lebih tua dariku.” Jawabku.
“Ahh molla lah, pokoknya kalian berdua itu berisik.” Ujarnya.
Hweeeeee Onnie TT__TT

*malam harinya*

“Annyeong haseyo, Uri neun Chroma imnida!” Kami berlima – Aku, YoonHee onnie, SoRyie onnie, JiiRa dan Gihae – memperkenalkan diri kami dan seisi studio pun bertepuk tangan.
“Waaah, senang sekali kali ini studio dipenuhi wanita-wanita cantik.” Ujar DooJoon oppa.
Kali ini Chroma menjadi bintang tamu di sebuah acara radio MBC, yang menjadi DJ pada saat ini adalah DooJoon dan GiKwang oppa dari BEAST. Ah ya, sebelumnya aku ingin member tahu GiKwang itu pacarku <3 tetapi ini hanya rahasia kami berdua. Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
“Mari sekarang kalian perkenalkan diri kalian masing-masing, aku yakin para pendengar pasti ingin mendengar suara merdu kalian.” Lanjut DooJoon oppa dan kami tertawa kecil.
“Ya, annyeong haseyo choneun Chroma’s dazzling leader. Jang YoonHee imnida.” Ujar YoonHee onnie memperkenalkan dirinya.
“Waaaah, HyunSeung hyung was transformed into a girl!” Seru GiKwang oppa, dan semua orang tertawa.
Image and video hosting by TinyPic
“HyunSeung-ah kurasa jika kau mendengar siaran hari ini, nanti kau bisa langsung menghajar Lee GiKwang jika ia sudah pulang nanti.”Ujar DooJoon oppa.
“Yah hyung ah!” GiKwang oppa menyikut DooJoon oppa, terlihat sekali dia takut hihi.
“Oke, lalu silahkan nona SoRyie.” Ucap DooJoon oppa, ia mengabaikan GiKwangie hahaha.
“Annyeong haseyo choneun Chroma Valkyurie Park So Ryie imnida.” SoRyie onnie memperkenalkan dirinya, aku berani bertaruh mereka berdua –DooJoon dan GiKwang Oppa— akan menanyakan apa itu valkyurie.
“Hee? Valkyurie? Apa itu?” Tanya DooJoon oppa dengan heran, tepat kan tebakanku? Hehe
“Aku sepertinya pernah mendengarnya. Apakah itu terinspirasi atau diambil dari judul sebuah game SoRyie?” Ujar GiKwang oppa.
“Ne, tepat.” Jawab SoRyie onnie sambil mengangguk. “Aku sangat suka bermain game, jadi aku tahu nama itu.” Lanjutnya.
“Apakah kau bermain Valkriya Chronicles? Kurasa kita harus bertanding kapan-kapan.” Kata GiKwang Oppa dan SoRyie onnie tertawa, lalu menjawab “tentu saja.”
Image and video hosting by TinyPic
“Lalu selanjutnya adalah Chroma center, JiiRa-sshi.” Ujar DooJoon.
“Ah, annyeonghaseyo chonun Chroma’s angelic Park JiiRa imnida.” Ia pun memperkenalkan dirinya.
“JiiRa-ya Gikwang-ah, aku dengar-dengar katanya kalian berdua akan terlibat satu proyek bersama. Benarkah itu?” Tanya DooJoon.
“Hee? Jincaro?” Tanyaku dengan refleks, aku belum pernah mendengar kabar itu.
“Yah hyung, kau dengar darimana?” Ujar GiKwang oppa.
“Aku tahu dari manager hyung.” Jawabnya. “Lalu, proyek apa yang akan kalian berdua kerjakan?”’
“Itu rahasia, belum boleh disebarluaskan.” Ujar Jii pada DooJoon oppa.
“Ya, JiiRa benar. Masih rahasia.” Tambah GiKwang oppa, hem… sebenarnya proyek apa? Ah, mengapa aku cemburu begini? Sudahlah biarkan saja,toh hanya sebatas pekerjaan.
“Yasudah, biar nanti kita tunggu saja apa proyek yang akan dilakukan GiKwang dan JiiRa.” Ujar DooJoon oppa, lalu ia memandangku. “Lalu, sekarang mari YooRiem memperkenalkan dirinya.” Katanya padaku, aku pun tersenyum.
“Annyeong haseyo choneun Chroma’s precious vocalist Kang YooRiem imnida.” Kataku memperkenalkan diriku, lalu aku memandang kedepan, GiKwang oppa sedang memandangku sambil tersenyum.
“YooRiem adalah main vocal chroma, betul kan?” Tanya DooJoon.
“Ah, ne..” Jawabku.
“Mungkin kita berdua bisa berduet nanti, kau dan aku sama-sama memiliki suara yang hebat. Ya kan hyung?” Ujar GiKwang oppa, aku hanya tersenyum lalu tertawa.
“Hahaha boleh saja.” Ujarku membalas ucapannya.
“YooRiem-ah, kusarankan kau menolak jika ia mengajakmu berduet. Percayalah padaku GiKwang adalah partner yang buruk.” Kata DooJoon Oppa dan kami semua tertawa.
“Yah hyung-ah, kau ini.” Protes Gikwangie.
“Oke, lalu mari perkenalkan dirimu maknae.” Ucap DooJoon oppa pada GiHae.
GiHae yang sedang melamun sedikit tersentak mendengar namanya dipanggil. “He? Aku? Aku apa?” Tanyanya bingung. “Ah iya iya, Annyeong Haseyo choneun Chroma's Highness maknae, Lee GiHae imnida.” Ujarnya setelah tersadar beberapa detik kemudian.
“Hyung-ah, sebenarnya kita ini mengundang GirlGroup atau Boyband sih? Mengapa tadi ada Seungie hyung lalu sekarang ada Lee Taemin.” Ujar GiKwang, seisi studio pun tertawa.
“hahhaha, Chroma mungkin patut dimasukkan dalam world record. Karena dua personel mereka memiliki kembaran, dan kembarannya adalah sama-sama entertainer.” Kata DooJoon oppa.
“Hahahahha, ide bagus.” Ujar YoonHee onnie.
“Baiklah, jika dilihat kalian berdua saling terlihat akrab satu sama lain. Namun pasti ada yang paling akrab diantara kalian, siapakah itu?” Tanya DooJoon oppa dengan intonasi seperti pembawa acara kuis.
“Kami berlima sebenarnya saling akrab satu sama lain, namun jika dipilih yang paling akrab mungkin menurutku YooRiem dan GiHae.” Ujar YoonHee onnie.
“Aniyo onnie, kurasa ada yang lebih akrab lagi.” Ujar GiHae mematahkan (?) statement YoonHee onnie.
“Hee? Siapa?” Tanya YoonHee onnie dan SoRyie onnie bersamaan.
“YooRiem dan JiiRa.”
“Hah? Kami?” Aku dan JiiRa tekaget pada saat yang bersamaan.
“Aku bahkan selalu ribut dengannya, seisi dorm memarahi kami terus sepanjang hari.” Ujar Jii, dan aku setuju =__=.
“Anni anni, justru karena itu kalian berdua sangat akrab. Kalian sangat cocok, selera sama, apa-apa sama, makanya kalian selalu berebutan jika ingin mendapatkan sesuatu =_= selera kalian sama sih.” Ujar GiHae cukup panjang.
“Hahahah, ya benar. Kalian berdua sangat cocok sampai-sampai tiap hari ribut, aaahh chukkae.” Ujar SoRyie onnie.
“Hee? Selamat untuk apa?” Tanyaku bingung ==a
“Untuk keakraban kalian.” Dan ia kembali tertawa, sedangkan aku dan JiiRa hanya memasang tampang bingung dan aneh (?).
“Waah, begitu rupanya kalian berdua sangat akrab ya.” Ujar GiKwang Oppa pada kami.
“Tentu saja akrab =_= itu karena dia selalu mengangguku.” Ujarku.
“Hee? Menganggumu? Enak saja, aku tidak pernah mengganggumu.” Bantah Jii, astaga…. Haruskah kami ribut disini? ==a
“Heung, yasudahlah terserah kau saja. Pokoknya kau itu menurutku senang sekali merecokiku, aku tahu kau sangat sayang padaku sehingga tak bisa hidup tanpa diriku.” Ujarku sedikit melebih-lebihkan XDD
“Hweee? Pede sekali kau ini.” Ujar JiiRa dan aku hanya membalasnya dengan senyum mengejek.
“Yah, kalian berdua sudah bisa menyaksikan bagaimana keakraban mereka berdua.” Kata YoonHee onnie dan semua orang kecuali aku dan Jii tertawa.
“Sepertinya kalian berdua memang sangat akrab.” Kata DooJoon oppa. “Ah ya, apa saja yang biasa YooRiem dan Jii perebutkan?” Tanyanya.
“Bermacam-macam, mulai dari makanan, remote tv, sampai kamar mandi.” Ujar SoRyie onnie.
“Yah onnie… kami tidak segitunya kok.” =__= kataku membela diri.
“Tapi kenyataannya begitu.” Tambah GiHae.
Sepertinya kali ini semua orang kompak sekali memojokkan kami berdua ==”
“Apakah YooRiem dan JiiRa juga suka memperebutkan seseorang? Memperebutkanku contohnya.” Ujar GiKwang oppa.
“Huuu, seorang yang menyebalkan seperti kau tidak mungkin diperebutkan dua gadis cantik ini.” Ujar DooJoon.
“Haha, yes they did. Mereka berdua pernah memperebutkan mug yang pernah kau tanda tangani Kwangie-ah.” Ujar YoonHee onnie.
Image and video hosting by TinyPic
“KYAAAAAA ONNIEEEEE.” Aku dan JiiRa secara refleks langsung berteriak dan JiiRa yang posisi duduknya disamping YoonHee onnie segera membekap mulut YoonHee onnie, sedangkan yang lain masih sibuk tertawa-tawa mengingat kejadian waktu itu ==a.
“Hee? Benarkah?” Tanya GiKwang Oppa dengan kaget, ya aku tahu dia pasti heran.
“Ya, saat itu ketika kami pindah ke dorm aku membawa beberapa merchandise BEAST. Hyunseung bilang dirumah sudah cukup banyak, hampir tidak ada tempat untuk menaruhnya. Maka aku pun membawanya ke dorm dan membagikannya pada semua member, saat itu mug yang di tanda tangani oleh GiKwang hanya ada satu. Dan mereka berdua memperebutkannya, ya kurasa mereka adalah fans-mu Kwangie-ah.” Jelas YoonHee Onnie panjang lebar.
“Kyaaa onniee.. mengapa kau ceritakan.” Keluh JiiRa.
“Habis waktu itu kalian berdua lucu sekali sih.” Tambah GiHae.
“GiHae-ya, sudah jangan ditambahi lagi.” Kataku, mengapa semua ini harus dibeberkan pada saat on air >__<. “Kenapa kalian tidak bilang? Yasudah nanti selesai siran aku akan memberikan tanda tanganku masing satu pada kalian berdua.” Canda GiKwang dan para Onnie beserta GiHae tertawa ==” “Yah, sekarang aku mengerti. Kalian berdua sering berkelahi, namun itu semaki menunjukkan keakraban kalian dan itu semua karena kalian saling menyayangi kan?” Ujar DooJoon oppa sambil melirik kearahku dan JiiRa. “Ya, bisa dibilang begitu.” Jawab JiiRa. “Tentu saja begitu.” Tambahku. “JiiRa adalah temanku, bisa dibilang teman baikku. Kami sama-sama menjalani masa-masa trainee yang sulit hingsa saat debut, lalu sampai sekarang ini. Memang benar kami sering ribut, berebut sesuatu dan tak ada yang mau mengalah. Tetapi itu semua tidak pernah membuatku marah padanya, aku menyadari bahwa mungkin kami memang memiliki selera yang sama, kesukaan yang sama, sampai tipe yang sama.” Ujarku panjang lebar. “Namun sekali lagi aku menyatakan bahwa hal itu tidak pernah membuatku marah padanya, ia sangat baik, nice personality, ceria, dan yang pastinya sangat membuatku merasa senang mengenalnya dan dekat dengannya. There’s nobody can replace her, and yes, I really care of her and love her as my best friend.” Jelasku, lalu memandang kea rah JiiRa, ia terlihat sedikit kaget dengan kata-kataku. Semua orang masih terdiam, seperti menunggu kata-kataku selanjutnya. Ya, aku memang masih ingin mengucapkan satu kalimat. “And last, I want to say.. HAPPY BIRTHDAY PARK JIIRA.”  -end- Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

special cake for you :p
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

and special present XD
Image and video hosting by TinyPic

LOL
kidding XD


from Kyu
Image and video hosting by TinyPic

From DongHo
Image and video hosting by TinyPic

From yesung
Image and video hosting by TinyPic

From KiBum
Image and video hosting by TinyPic

and from me :p
Image and video hosting by TinyPic

Once again, HAPPY BIRTHDAY RIZKA :D
Loveyou muah muah XD